𝗗𝗜𝗣𝗘𝗥𝗛𝗜𝗧𝗨𝗡𝗚𝗞𝗔𝗡 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗛𝗔𝗡𝗬𝗔 𝗗𝗜𝗛𝗜𝗧𝗨𝗡𝗚

Kalimat ini adalah sebuah refleksi dan spirit Bung Eko Sopianto. Dari beberapa kali perbincangan yang saya ingat. Baik setengah bercanda maupun serius, dia selalu mengungkapkan hal itu sejak pertama kali mengambil peran di organisasi Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera)

Semangatnya untuk membangun dan memperjuangkan kepentingan warga Pujakesuma patut diapresiasi.

Langkah-langkahnya yang kadang penuh manuver, menurut saya adalah bentuk konsistensinya membawa Pujakesuma tidak hanya sebatas dihitung sebagai jumlah penduduk. Tetapi meningkatkan peran organisasi sebagai salah satu penentu kebijakan pemerintah. Atau setidaknya kebijakan pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh warga Pujakesuma.

Terbukti, yang saya lihat Pujakesuma berkembang pesat secara nasional. Dalam satu perbincangan di kantor saya, Mas Eko Sopianto atau akrab kami sapa Mas Sopi menceritakan telah berhasil memperjuangkan kerjasama dengan BUMN sebuah Pabrik Minyak Makan Merah yang dikelola oleh Koperasi Pujakesuma. Program kerja sama dengan pemerintah dalam pemberdayaan warga Pujakesuma juga banyak yang telah berjalan.

Diluar pengembangan ekonomi. Impian Mas Eko kedepan Pujakesuma memperjuangkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) warga pujaksemua lewat olahraga, Kesenian dan Kebudayaan, serta pendidikan formal. 

Khusus pengembangan SDM lewat pendidikan formal. Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pujakesuma Rony Lesmana, SH Rony Lesmana dalam satu kesempatan podcast menceritakan Ketua Umum Pujakesuma Eko Sopianto bercita-cita suatu saat Pujakesuma memiliki lembaga pendidikan setingkat Universitas. Atau Universitas Pujakesuma. 

Dilihat dari keberhasilan program dan upaya peningkatan SDM menurut saya ini yang disebut dengan diperhitungkan. Artinya Pujakesuma kedepan akan menghasilkan banyak Sumber Daya Manusia unggul di banyak sektor. Baik pemerintah, BUMN maupun swasta.

Dalam event nasional. Pujaksemua dibawah kepemimpinan Eko Sopianto berhasil melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta 20 Januari 2024 lalu. Dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Menurut saya, Rakornas tersebut adalah bentuk makin diperhitungkannya eksistensi Pujakesuma secara nasional.

Memang, jauh sebelum jadi Ketua Umum Pujakesuma. Eko Sopianto adalah sahabat baik saya dari nol. Selama puluhan tahun kebersamaan kami, Saya paham karakternya dalam banyak hal. Salah satunya Mas Sopi memang ulet, cepat dan penuh manuver. Terlihat tidak terlalu serius, sederhana apalagi urusan berpakaian. Tapi selalu tidak terduga setiap langkah-langkahnya dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Dalam urusan pertemanan, Bung Eko termasuk yang tidak pernah melupakan teman, apalagi memelihara dendam. Selama hampir 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, meskipun sama-sama pendukung Jokowi Pilpres 2014 dan 2019, saya tidak pernah bersedia ikut atas ajakannya jika Mas Eko punya agenda bertemu Presiden, Menteri, petinggi TNI/Polri atau sekedar ikut kegiatan perayaan Kemerdekaan 17 Agustus di Istana.

Ketidaksediaan saya sesungguhnya bukan karena tidak penting. Atau bukan karena saya tidak menghargai ajakannya. Tetapi upaya saya menjaga nama baiknya sebagai sahabat. Sebab saya masih belum bisa meninggalkan kebiasaan mengkritik di media sosial kepada pemerintah, lembaga negara maupun partai politik tempat Mas Eko bernaung kala itu. Meski demikian Mas Sopi selalu mengajak bertemu di luar kegiatannya. 

Dua hari lalu, usai acara Rakornas dan kunjungan Pujakesuma ke rumah Kartanegara. Sekretaris TKN merencanakan pertemuan antara Pujakesuma dengan Prabowo Subianto di Kantor Kemenhan. 

Rangkaian-rangkaian pertemuan tersebut menurut saya, upaya Eko Sopianto selaku Ketua Umum Pujakesuma memastikan program dan rencana besar Pujakesuma berjalan serta berlanjut ketika terjadi pergantian Presiden usai Pilpres 14 Februari 2024 mendatang.

Siang menjelang sore, Kamis 25 Januari 2024 Mas Eko menghubungi saya. “Son, nang endi, jemputlah aku. Kita mau ke (menyebut satu nama) habis itu Ngopi kemana kek kita” ungkapkan lewat telpon. “Nang kantor lah Mas” “Habis kerja sinilah” jawabnya. “Oke tunggu kelar kerjaan saya ya” Tutup saya mengakhiri.

Ketika bertemu di lobby hotel lokasi yang disepakati. Tanpa panjang lebar, Dia bersama seorang teman pengurus Pujakesuma Sumatera Selatan berujar “Son kita ke (merujuk satu tempat) ya, diskusikan rencana di Sumatera Selatan” “Loh katanya mau ngopi dulu” jawab saya. “Tar habis dari situ kita ngopi.” Sambil sedikit senyum, saya menjawab “ya sudah, tapi kemarin ketemu Prabowo gak kasih kabar sama Awak ya Ketua” sambil senyum-senyum. “Ia tiba-tiba Son, dan buru-buru pula dari Bandung” jawabnya sambil ketawa. Kami pun tertawa sambil bergegas menuju mobil. 

Sukses terus kawan'ku Ketua Eko Sopianto! Semoga cita-cita besar untuk Warga Pujaksemua dapat dukungan dari banyak pihak. Terutama ridho Allah Maha Kuasa.

Jakarta 26 September 2024


Juson Simbolon
Blogger Satrio Bushido Library

#pujakesuma #anakmedan #putradesa #jalinsum #sumut

Tidak ada komentar